안녕하세요

안녕하세요!

Kamis, 05 Mei 2016

[REVIEW K-MOVIE] Tae Guk Gi: The Brotherhood of War





Film ini menceritakan tentang dua bersaudara bernama Lee Jin-Tae (diperankan oleh Jang Dong-Gun) dan Lee Jin-Seok (diperankan oleh Won Bin). Jin-Tae adalah seorang tukang semir sepatu, dan adiknya, Jin-Seok masih berstatus sebagai pelajar. Mereka tinggal bersama ibu mereka, Yong-Shin—tunangan Jin-Tae, dan tiga adik Yong-Shin. Mereka hidup dengan sederhana dan bahagia. Namun, Perang Korea tak bisa dihindari. Peringatan telah diluncurkan di semua tempat. Semua warga pergi dan mengungsi ke tempat yang aman. Keluarga Jin-Tae akan pergi menuju rumah pamannya. Mereka berjalan sampai stasiun. Di perjalanan, salahsatu adik Yong-Shin sakit. Jin-Tae kemudian pergi untuk mencari obat. Tiba-tiba, pasukan tentara Korea Selatan datang. Mereka masuk ke dalam kerumunan warga, dan berkata  ‘semua laki-laki yang berusia 18-30 tahun, harap maju kesini’
Satu-persatu laki-laki maju. Para tentara itu bilang mereka hanya akan diberi beberapa pertanyaan. Jin-Seok pun ikut maju. Namun ternyata, mereka semua dijadikan pasukan militer Korea Selatan. Para lelaki itu dimasukkan ke dalam kereta yang akan segera berangkat. Keluarga Jin-Seok panik, begitu juga dengan Jin-Tae yang baru sampai. Jin-Tae akhirnya memaksa masuk kedalam kereta untuk menyelamatkan adiknya. Sempat cekcok dengan beberapa tentara, ia akhirnya bisa menemukan Jin-Seok. Jin-Tae berkata bahwa ia dan adiknya hanyalah pengungsi, bukan tentara sukarelawan, adiknya juga mempunyai sakit jantung. Namun, semuanya sudah terlambat. Mereka akhirnya dibawa untuk berperang melawan Korea Utara.
Jin-Tae tidak mau adiknya ikut perang  karena penyakitnya. Karena itu, ia berjanji kepada perwira, jika ia berhasil mendapatkan medali karena jasanya, ia akan menukarkan medali itu dengan membawa adiknya pulang. Jin-Tae berusaha keras ikut dalam misi-misi berbahaya dan ia berhasil. Namun, Jin-Seok salah sangka. Ia mengira bahwa kakaknya itu hanya mengejar popularitas dan akhirnya bertambah marah setelah Jin-Tae membunuh sahabat mereka sendiri yang menjadi tawanan musuh.
Beberapa hari kemudian, Jin-Seok pulang ke rumah lama mereka dan bertemu dengan Yong-Shin. Tiba-tiba, sekelompok orang menggrebek mereka dan membawa mereka ke suatu tempat. Yong-Shin akan di eksekusi karena ia terlibat rapat umum terlarang yang ternyata dilaksanakan oleh Korea Utara, padahal ia menghadiri rapat itu hanya untuk mendapatkan makanan. Jin-Seok berusaha menyelamatkannya, dan tak lama Jin-Tae juga datang karena awalnya ia sedang mencari adiknya itu. Baku tembak pun terjadi. Namun karena hasutan dari Kelompok Anti-Komunis tersebut, Yong-Shin lepas dari pandangan Jin-Tae dan akhirnya mati tertembak. Mereka berdua ditahan. Jin-Tae diinterogasi. Interogasi itu berubah menjadi serangan dan kepala penjara memerintahkan agar para tawanan dalam penjara dibakar hidup-hidup, dan Jin-Seok ada dalam penjara itu. Jin-Tae yang terpukul karena kematian kekasihnya dan ia mengira bahwa Jin-Seok juga telah tewas terbakar, akhirnya berkhianat dan menyeberang ke pihak Korea Utara.


Film ini selesai saya tonton satu jam yang lalu, dengan durasi 2 jam 28 menit! Lumayan memakan waktu, namun, kepuasan pasti akan kamu dapatkan setelah menonton film ini. Dengan genre aksi dan perang, film ini juga dibalut dengan genre keluarga. Tak hanya menghibur, banyak juga ilmu dan amanat yang bisa kamu dapatkan setelah nonton film ini. Mengambil latar tahun 1950-an ketika terjadi perang antara Korea Selatan dan Korea Utara, semua adegan terasa nyata. Tembakan, luka, darah, bom. Hal-hal itu selalu muncul. Di awal cerita, kamu akan menemukan kekejaman Korea Utara. Tapi di tengah-tengah, Korea Selatan juga menunjukkan kekejamannya. Semua adegannya terasa mengerikan dan ada pula yang menyedihkan. Tentang bagaimana seorang Jin-Tae yang rela berhenti sekolah dan menjadi tukang semir sepatu agar adiknya bisa bersekolah. Ia berharap, Jin-Seok bisa sukses dan membahagiakan keluarganya. Jin-Tae selalu bercita-cita mempunyai toko sepatu dan diam-diam, ia membuat sepasang sepatu bagus untuk Jin-Seok, untuk dipakai ketika Jin-Seok kuliah nanti.
Balas dendam tak akan merubah apapun, justru membuat perasaanmu semakin hancur. Mungkin itulah quote yang bisa saya simpulkan setelah menonton film keluaran tahun 2004 ini. Saya beri rating 9/10. It’s a super good movie!

Sabtu, 30 April 2016

Easy Recipe! Pie Susu

Beberapa waktu yang lalu, aku membuat pie susu. Resep dan cara membuatnya mudah banget, rasanya juga enak. Ukurannya sebesar pie biasa, beda dengan pie susu khas Bali. Dan memanggangnya pakai teflon, loh! Hal ini sedang jadi trend di Instagram. Sekarang aku mau share resepnya^^




Bahan kulit pie:

-250 gram tepung terigu
-100 gram margarin
-1 butir telur

Bahan fla:

-250 ml atau 6 sachet susu kental manis putih
-3 butir kuning telur
-150 ml air matang

Cara membuat kulit pie:

1. Aduk terigu dan margarin dalam wadah menggunakan garpu hingga menjadi butiran, lalu tambahkan telur, aduk kembali menggunakan tangan sampai menggumpal.

2.Kalau adonan sudah lentur, bentuk menjadi kulit pie di dalam teflon. Tusuk-tusuk dasar adonan menggunakan garpu, secukupnya. Jika adonan masih sulit dibentuk, tambahkan sedikit putih telur yang tidak terpakai sisa dari bahan fla.

Cara membuat fla:

1. Campur semua bahan fla dalam wadah lain, lalu kocok lepas. Setelah tercampur rata, tuang kedalam adonan pie sambil disaring, secukupnya. Jangan sampai luber karena nanti ketika dipanaskan fla nya akan gosong dan menempel pada bagian bawah kulit pie.

Setelah itu, tutup teflon, dan masak dengan api sangat kecil sekitar 35-40 menit. Setelah matang, angkat dan potong sesuai selera. Dapat dimasukkan sebentar kedalam kulkas agar lebih nikmat.
Selamat mencoba!^^




Kamis, 03 Maret 2016

[REVIEW] When The Star Falls






Judul: When the Star Falls
Penulis: Andry Setiawan
Penyunting: Yooki
Proofreader: Yuli Yono
Ilustrasi Isi: @teguhra
Design Cover: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Penerbit: Penerbit Haru
ISBN: 978-602-7742-58-1
Cetakan pertama: Oktober 2015
Jumlah Halaman: 204 halaman


Blurb:

Tahu tidak, bintang itu cahaya masa lalu? Bintang itu, adalah orang yang mati meninggalkan seseorang yang ia cintai di bumi.
Lynn, boleh kan aku mengingatkanmu sekali lagi tentang kita? Tentang bagaimana kita bertemu. Juga tentang bagaimana kita bertengkar dan berbaikan. Lalu tentang ciuman pertama kita, dan juga tentang perjalanan kita selama ini.
Aku hanya berharap,besok kau tidak melupakannya lagi. Karena itu, aku tulis semuanya di buku ini. Agar saat kau lupa, kau bisa membukanya lagi dan membacanya. Tentang kita.
Sampai salah satu dari kita menjadi bintang. Sampai bintang itu jatuh dan menjemput salah satunya.
Bintang terjatuh karena ia mengejar orang yang dicintainya, yang sudah menyusul dirinya.





“Dari sekian banyak hal yang bisa kau lupakan, otakmu memilih melupakanku.” – halaman 21

Samuel–akrab disapa Sam harus bisa menghadapi kenyataan pahit bahwa kekasihnya, Lynn, mengalami Selective Amnesia setelah tumor di Lobus Temporalisnya diangkat. Hal itu menyebabkan Lynn lupa kepada beberapa hal, salahsatunya adalah kekasihnya sendiri. Kata pertama yang terucap dari mulut Lynn saat melihat Sam adalah, “Siapa kau?” yang membuat lidah Sam kelu saat mendengengarnya. Semua kisah tentang mereka tak ada yang Lynn ingat, namun ketika sebelum operasi itu dilakukan, Sam sudah berjanji kepada Lynn bahwa ketika kekasihnya itu kehilangan ingatannya, ia akan dengan senang hati menceritakan semua kisah tentang mereka.
Sam berusaha keras untuk membuat Lynn kembali mengingat hal-hal yang tidak diingatnya itu. Ia menulis semua hal tentangnya, Lynn, teman-temannya, dan tentang keluarganya di beberapa buku harian. Setiap Sam menjenguk, ia  membacakan buku-buku  itu untuk Lynn, dan Lynn selalu bersemangat untuk mendengarkannya. Seringkali Sam merasa khawatir pada Lynn, apalagi beberapa teman dari masalalu muncul untuk menjenguk Lynn, antara lain Billy, musuhnya semasa SD, dan Leon.
Kedatangan kedua pria itu membuat Sam terus berpikir bahwa ia hanya membebani Lynn dengan terus menerus berusaha membuat kekasihnyanya itu ingat pada dirinya. Rasa egois dan pikiran negatif selalu ada dalam diri Sam.
Jadi, apakah Sam memustuskan untuk menyerah? Apakah dengan cara itu, Lynn akan semakin membaik?








Sumber: simplyorthodox.tumblr.com


“Lynn, silakan saja kalau kau merasa bosan, tapi aku mau mengatakannya sekali lagi. Aku mencintaimu. Sangat.” –halaman 150

Ini adalah buku kedua karya Andry Setiawan yang pernah saya baca, setelah ‘Then I Hate You So’. Kesan pertama yang muncul adalah, kovernya simple dan menarik. Hanya bergambar seorang pria yang sedang memancing bintang, dengan background putih dan biru.  Ketika saya membaca buku ini ke sekolah, beberapa teman langsung menghampiri dan berkata, “Fir, itu buku tentang apa? Kok kovernya lucu banget sih?” Ah, Penerbit Haru memang selalu punya cara tersendiri untuk menarik minat pembaca, terutama dari kovernya. Terimakasih kepada Bambang ‘Bambi’ Gunawan.
Kemarin saya buka kembali buku ini, dan baca untuk yang kedua kalinya. Bahasanya ringan, mudah dimengerti. Berbeda dengan novel kebanyakan, ‘When the Star Falls’ mempunyai tokoh utama seorang lelaki dengan sikapnya yang membuat saya sebal. Sam tidak jahat, namun ia labil, mudah terpengaruh dengan omongan orang, mudah putus asa dan sering berpikir negatif.
Walaupun telah banyak novel yang menceritakan salahsatu tokohnya amnesia, namun novel ini berbeda. Semua masa lalu dari Sam dan Lynn, serta kisah pribadi mereka dengan keluarganya, dikupas habis dalam novel ini. Hal yang saya suka adalah Twistnya! Endingnya memberikan kejutan yang memberikan kesan tersendiri untuk hati saya.
Para tokoh yang mempunyai karakter masing-masing. Andry Setiawan sukses membangun penokohan dalam buku ini. Semua tokoh mempunyai sisi positif dan negatifnya masing-masing. Yang jahat tidak selalu jahat, yang baik tidak selalu baik. Membuat ‘When The Star Falls’ tidak membosankan.





Sumber: www.tumblr.com

“Seandainya sebuah momen bisa menjadi abadi dan bisa ditinggali,aku ingin tinggal di momen itu. Saat aku merasa cukup dan puas dengan dengan apa yang aku miliki dan tidak menginginkan apa-apa lagi. Hanya karena aku yakin kau berada didekatku. Aku ingin terus berada dalam momen itu.” –halaman 121



When The Star Falls cocok untuk kalangan remaja, pembawaannya bagus, detail dan ringan. Terlihat jelas kerja keras Andry Setiawan yang ia ceritakan dalam blog tour yang lalu. Hasilnya tidak mengecewakan. Saat ini saya ingin membaca karyanya yang berjudul ‘Sayap-Sayap Kecil’ dari Penerbit Inari, semoga bisa terwujud.



Firdha Amelia

Pandeglang, Maret 2016

Sabtu, 13 Februari 2016

[PUISI] Kepada Kabut



Untuk kabut
Tengoklah ke bawah dan lihat aku
Aku yang selalu mengamatimu
Aku yang mengharapkanmu untuk kembali lagi
Ketika sang hujan telah berhenti
Mengharapkanmu untuk datang lagi

Kepada kabut
Mampir lah walau hanya sekejap
Melihatmu saja ku 'kan bahagia
Walau sementara

Untuk kabut
Walau kau abu
Engkau kelabu
Tapi ku tak 'kan mengeluh
Karena kau harapanku

Kepada kabut
Ku titipkan salam kepada sang hujan
Sapa lah aku disini
Aku yang sepi
Sendiri




Pandeglang, 12 Februari 2016

Minggu, 15 November 2015

[PUISI] Dalam Gelap

Dalam gelap aku berdiam diri
Merajut asa
Menjalin mimpi
Dalam gelap aku berpikir
Tentang dunia yang fana
Tentang rasa yang menyiksa
Gelap ini menyerang
Meresap dalam badan
Menakuti diri
Menyulut emosi
Aku takut
Aku kalut
Aku kalang kabut
Tapi kata tertahan
Tak berhasil dikeluarkan
Gelap ini seram
Kelam
Dalam
Kini ku terbungkam
Hanya diam
Di gelapnya malam
Yang menghantam


Jumat, 10 April 2015

[PUISI] Suara Hati


Riak suara bergemuruh
Menambah perasaan mengeruh
Tak ada kata yang diucap
Tidak ada suara yang terhantar
Hanya diri sendiri
Ditemani langkah kaki
Tak ada yang peduli
Tak ada yang mengerti
Selalu begini
Mereka datang dan pergi
Ingin kukejar namun mereka lari
Untuk apa menghampiri
Bila akhirnya mengangkat kaki
Pergi
Biarkan aku menari bersama pelangi
Biarkan hujan datang tuk bernyanyi
Aku tak peduli dengan mereka lagi
Larilah bersama angin
Terbanglah bersama awan
Datang
Pergi
Datang
Pergi
Hanya bayang setia menemani
Dalam gelap yang sunyi
Dalam sempit yang sepi