Film ini menceritakan tentang dua bersaudara bernama Lee
Jin-Tae (diperankan oleh Jang Dong-Gun) dan Lee Jin-Seok (diperankan oleh Won Bin).
Jin-Tae adalah seorang tukang semir sepatu, dan adiknya, Jin-Seok masih
berstatus sebagai pelajar. Mereka tinggal bersama ibu mereka, Yong-Shin—tunangan
Jin-Tae, dan tiga adik Yong-Shin. Mereka hidup dengan sederhana dan bahagia. Namun,
Perang Korea tak bisa dihindari. Peringatan telah diluncurkan di semua tempat. Semua
warga pergi dan mengungsi ke tempat yang aman. Keluarga Jin-Tae akan pergi
menuju rumah pamannya. Mereka berjalan sampai stasiun. Di perjalanan, salahsatu adik
Yong-Shin sakit. Jin-Tae kemudian pergi untuk mencari obat. Tiba-tiba, pasukan
tentara Korea Selatan datang. Mereka masuk ke dalam kerumunan warga, dan berkata
‘semua laki-laki yang berusia 18-30
tahun, harap maju kesini’
Satu-persatu laki-laki maju. Para tentara itu bilang mereka hanya akan diberi beberapa pertanyaan. Jin-Seok pun ikut maju. Namun ternyata, mereka semua dijadikan pasukan militer Korea Selatan. Para lelaki itu dimasukkan ke dalam kereta yang akan segera berangkat. Keluarga Jin-Seok panik, begitu juga dengan Jin-Tae yang baru sampai. Jin-Tae akhirnya memaksa masuk kedalam kereta untuk menyelamatkan adiknya. Sempat cekcok dengan beberapa tentara, ia akhirnya bisa menemukan Jin-Seok. Jin-Tae berkata bahwa ia dan adiknya hanyalah pengungsi, bukan tentara sukarelawan, adiknya juga mempunyai sakit jantung. Namun, semuanya sudah terlambat. Mereka akhirnya dibawa untuk berperang melawan Korea Utara.
Satu-persatu laki-laki maju. Para tentara itu bilang mereka hanya akan diberi beberapa pertanyaan. Jin-Seok pun ikut maju. Namun ternyata, mereka semua dijadikan pasukan militer Korea Selatan. Para lelaki itu dimasukkan ke dalam kereta yang akan segera berangkat. Keluarga Jin-Seok panik, begitu juga dengan Jin-Tae yang baru sampai. Jin-Tae akhirnya memaksa masuk kedalam kereta untuk menyelamatkan adiknya. Sempat cekcok dengan beberapa tentara, ia akhirnya bisa menemukan Jin-Seok. Jin-Tae berkata bahwa ia dan adiknya hanyalah pengungsi, bukan tentara sukarelawan, adiknya juga mempunyai sakit jantung. Namun, semuanya sudah terlambat. Mereka akhirnya dibawa untuk berperang melawan Korea Utara.
Jin-Tae tidak mau adiknya ikut perang karena
penyakitnya. Karena itu, ia berjanji kepada perwira, jika ia berhasil
mendapatkan medali karena jasanya, ia akan menukarkan medali itu dengan membawa
adiknya pulang. Jin-Tae berusaha keras ikut dalam misi-misi berbahaya dan ia
berhasil. Namun, Jin-Seok salah sangka. Ia mengira bahwa kakaknya itu hanya mengejar
popularitas dan akhirnya bertambah marah setelah Jin-Tae membunuh sahabat
mereka sendiri yang menjadi tawanan musuh.
Beberapa hari kemudian, Jin-Seok pulang ke rumah lama
mereka dan bertemu dengan Yong-Shin. Tiba-tiba, sekelompok orang menggrebek
mereka dan membawa mereka ke suatu tempat. Yong-Shin akan di eksekusi karena ia
terlibat rapat umum terlarang yang ternyata dilaksanakan oleh Korea Utara,
padahal ia menghadiri rapat itu hanya untuk mendapatkan makanan. Jin-Seok
berusaha menyelamatkannya, dan tak lama Jin-Tae juga datang karena awalnya ia
sedang mencari adiknya itu. Baku tembak pun terjadi. Namun karena hasutan dari
Kelompok Anti-Komunis tersebut, Yong-Shin lepas dari pandangan Jin-Tae dan
akhirnya mati tertembak. Mereka berdua ditahan. Jin-Tae diinterogasi. Interogasi itu berubah menjadi serangan dan kepala penjara memerintahkan agar
para tawanan dalam penjara dibakar hidup-hidup, dan Jin-Seok ada dalam penjara
itu. Jin-Tae yang terpukul karena kematian kekasihnya dan ia mengira bahwa
Jin-Seok juga telah tewas terbakar, akhirnya berkhianat dan menyeberang ke pihak
Korea Utara.
Film ini selesai saya tonton satu jam yang lalu, dengan
durasi 2 jam 28 menit! Lumayan memakan waktu, namun, kepuasan pasti akan kamu
dapatkan setelah menonton film ini. Dengan genre
aksi dan perang, film ini juga dibalut dengan genre keluarga. Tak hanya menghibur, banyak juga ilmu dan amanat
yang bisa kamu dapatkan setelah nonton film ini. Mengambil latar tahun 1950-an
ketika terjadi perang antara Korea Selatan dan Korea Utara, semua adegan terasa
nyata. Tembakan, luka, darah, bom. Hal-hal itu selalu muncul. Di
awal cerita, kamu akan menemukan kekejaman Korea Utara. Tapi di tengah-tengah,
Korea Selatan juga menunjukkan kekejamannya. Semua adegannya terasa mengerikan dan ada pula yang menyedihkan. Tentang bagaimana seorang Jin-Tae yang rela berhenti sekolah
dan menjadi tukang semir sepatu agar adiknya bisa bersekolah. Ia berharap,
Jin-Seok bisa sukses dan membahagiakan keluarganya. Jin-Tae selalu bercita-cita
mempunyai toko sepatu dan diam-diam, ia membuat sepasang sepatu bagus untuk
Jin-Seok, untuk dipakai ketika Jin-Seok kuliah nanti.
Balas dendam tak akan
merubah apapun, justru membuat perasaanmu semakin hancur. Mungkin itulah quote yang bisa saya simpulkan setelah
menonton film keluaran tahun 2004 ini. Saya beri rating 9/10. It’s a super good movie!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar